Assalaamu'alaikum...



kucoba merangkai cerita perjalanan ruhani yang kualami

sekedar untuk kenangan, atau mungkin penambah semangat akan niatanku untuk kembali lagi ke sana..

suatu saat nanti. Insya Allah...
terbersit juga sebuah harapan,smoga catatan kecil ini bermanfaat untuk sesama, sodara seiman yang pasti punya niatan tuk memenuhi Panggilan-Nya.

Jumat, 04 November 2011

Tanazul

Arti kata Tanazul kurang lebih adalah : memisahkan diri dari rombongan.

Langkah ini diambil oleh beberapa rombongan jamaah haji Indonesia (mungkin kurang dari 25% dari total seluruh jamaah asal Indonesia) yang menginginkan mabid (menginap) di Mina pada hari tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah.

Mabid di Mina ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS juga oleh Nabi Muhammad SAW.
Lalu mengapa harus memisakan diri?
Karena memang panitia penyelenggara haji pemerintah Indonesia tidak memfasilitasi rute perjalanan ini.
Mungkin karena tidak termasuk rukun ataupun wajib haji, maka perjalanan ini ditiadakan oleh pihak penyelenggara. Mungkin juga untuk menghemat anggaran, karena konon biaya transportasi di hari ARMINA naik tajam.

Rute perjalanan tanazul ini dimulai dari maktab menuju Mina, kemudian pagi subuh kami berangkat menuju Arafah untuk bergabung dengan jamaah haji dari seluruh dunia untuk melaksanakan wukuf.
Jadi ketika sebagian besar teman kami memulai perjalanan ke Arafah, kami ke Mina.


Kami ber-11 berjalan kaki menuju Mina. Alhamdulillah, sebelum keberangkatan sudah ada bapak-bapak yg bersedia survey letak tenda di Mina. Jadi kami tidak kesulitan menemukan tenda kami.
Tenda jamaah haji Indonesia masih sangat sepi dan rapi. jadi kami bebas memilih mau tidur di mana saja :)





Kami mulai dengan mempersiapkan tempat yg nyaman dan aman. Berhubung tidak ada panitia dari Indonesia,jadi semua kami lakukan sendiri -dengan bekerjasama tentunya. Bekal kami pun alakadarnya.
Alhamdulillah, panitia membekali kami dengan nasi instan berlauk kari.
Masih segar dalam ingatan, saat kami memanaskan nasi instan tersebut dalam gayung (yg saya bawa dari tanah air). gayung yang sama juga kami gunakan untuk mengambil air zam-zam dari kran di pinggir jalan untuk kami minum bersama...
I Love u gayung :)
Smoga kau jadi saksi kelak...

Pagi subuh..
kami memulai perjalanan menuju Arafah. Barang bawaan kami sebagian besar kami titipkan pada pengurus tenda. Toh, besok kami kan ke Mina lagi.





Labaikallahummah labaik ...!!




Perjalanan ini konon sejauh 15 KM. Tak satupun dari kami yg tahu jarak dan arah pastinya. Kami hanya mengandalkan petunjuk jalan dan mengikut rombongan yg berduyun-duyun memenuhi panggilanNya.




Allahu Akbar!!

Beginilah mungkin saat kita diseru ke Padang Mahsyar.

Ribuan Muslim berjalan bersama kami. Tapi kok kami tidak bertemu dengan jamaah asal Indonesia ya?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar